<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2028715983908315765</id><updated>2011-09-02T03:24:52.970-07:00</updated><category term='|  KADAI UNIANG'/><category term='|  UNIK  |'/><category term='|  TEKNOLOGI'/><category term='|  OPINI'/><category term='|  BERITA'/><category term='|  ARTIKEL'/><category term='|  TUTORIAL'/><title type='text'>Karambia Mudo</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.adilwandi.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>adil wandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07514278593622095189</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-9H97D0v0D9M/TbJy8xz3I4I/AAAAAAAAAaQ/3Y4AcWVCTFU/s220/ADILWANDI-tambud.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2028715983908315765.post-460577903040985414</id><published>2011-07-29T10:08:00.000-07:00</published><updated>2011-07-29T14:39:53.364-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='|  OPINI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='|  UNIK  |'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='|  BERITA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='|  TUTORIAL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='|  ARTIKEL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='|  TEKNOLOGI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='|  KADAI UNIANG'/><title type='text'>"Virus" dalam Film</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Akhir-akhir ini perfilman Indonesia mengalami peningkatan produksi. Selalu saja ada film yang akan kita tonton. Kadang kita juga bingung memilih film mana yang akan ditonton. Tapi sayangnya film yang melonjak beberapa tahun terakhir ini adalah bertemakan horor yang dibumbui seks. Atau mungkin seks yang dibungkus oleh horor. Sangat sedikit sekali bahkan tidak ada mengandung unsur pendidikan. Perfilman Indonesia seolah-olah sudah lupa dengan diri sendiri. Sebagai Negara yang menganut budaya timur, film Indonesia tidak lagi mementingkan nilai-nilai budaya Indonesia. Target utama adalah bagaimana supaya film laris.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Semakin laris film yang diproduksi semakin baik bagi pengusaha film. Tapi semakin buruk bagi masyarakat dan generasi muda jika film yang laris itu lemah pendidikan. Parahnya lagi film yang laris tersebut adalah film yang bisa mempengaruhi watak, psikologi dan pola fikir generasi muda. Seperti film horor dengan adegan panas yang sebenarnya tidak &lt;i&gt;nyambung&lt;/i&gt; dengan alur cerita. Adegan tersebut dimasukan hanya untuk menunjang nilai komersil. Sebab pada umumnya usia muda sangat tertarik dengan hal-hal yang berbau seks. Apalagi adegan tersebut dimainkan oleh artis idolanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Horor atau &lt;i&gt;blue&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Kadang kita juga sulit membedakan film horor yang menjamur dewasa ini. Pasalnya, film tersebut selalu ada adegan yang berbau pornografi. Misalnya roh yang gentayangan karena mati diperkosa. Namun yang ditonjolkan disini bukanlah gentayangannya, tapi bagaimana ia diperkosa. Atau gadis yang jadi hantu karena bunuh diri ditinggal selingkuh sang pacar. Bukan hantunya, tapi yang menjadi sorotan adalah perselingkuhan sang pacar dengan wanita lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Adegan-adegan vulgar yang tidak patut ditonton menjadi ciri khas film horor Indonesia. Keindahan lekuk tubuh wanita menjadi santapan umum di negeri ini. Tak puas dengan itu saja, film horor juga menyajikan adegan yang layaknya dilakukan oleh suami isteri. “Pengrajin” film hororpun tidak tanggung-tanggung untuk memproduksi filmnya. Tidak hanya artis lokal, artis luarpun &lt;i&gt;diboyong&lt;/i&gt; untuk menghangatkan film ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Sepertinya film ini sudah satu paket antara horor dan seks. Atau mungkin sebuah bonus karena telah membeli atau menonton film horor yang sebagian orang takut untuk menontonnya. Ketakutan tersebut akan dipoles oleh gerakan gambar yang mengundang syahwat. Mungkin ini merupakan suatu strategi agar film laku keras dipasar perfilman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Aturan dan Realita&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Dalam undang-undang nomor 33 tahun 2009, tentang perfilman. Disebutkan bahwa salah satu tujuan perfilman dalam pasal 3 adalah terbinanya akhlak mulia. Tapi sepertinya ini tidak menjadi bahan acuan bagi sutradara atau perusahaan perfilman. Prilaku-prilaku negatif seolah-olah menjadi bumbu yang tidak boleh ditinggalkan. Film akan terasa lebih “gurih” jika ditambahkan dengan bumbu-bumbu yang sebenarnya tidak mendorong penikmat film untuk meningkatkan akhlaknya. Sebuah film bisa mempengaruhi emosional penonton. Dan jika sering menonton film dengan tema yang sama lama-kelamaan akan menjadi karakter dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Masih banyak hal yang patut diangkat untuk dijadikan sebuah film di negeri yang kaya budaya ini. Namun para “pengrajin” film sepertinya masih asik dengan horor dan budaya barat. Mungkin hal ini dipengaruhi oleh pasar. Targetnya adalah supaya film bisa &lt;i&gt;go internasional&lt;/i&gt; dan dikenal orang sedunia. Tapi sangat ironis sekali rasanya jika bepergian dengan baju pinjaman. Bangga dengan “kostum”&lt;i&gt; &lt;/i&gt;orang lain yang membuat diri kita terlihat agak sedikit gagah. Walaupun terasa sempit namun tetap dipaksakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Berpelukan, berciuman, tampil dengan busana seadanya bahkan sampai adegan di atas ranjang di barat hal ini bukanlah sesuatu yang asing. Kebiasaan seperti inilah yang menjadi &lt;i&gt;trend&lt;/i&gt; dalam film horor Indonesia. Lebih menonjolkan budaya asing dari pada budaya sendiri. Sedangkan dalam UU nomor 33 tahun 2009 disebutkan bahwa perfilman bertujuan berkembangnya dan lestarinya nilai budaya bangsa, dikenalnya budaya bangsa oleh dunia internasional. Suatu yang sangat bertolak belakang sekali antara aturan dan realita yang ada sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Dalam pasal 4 juga disebutkan tentang fungsi perfilman. Yaitu, perfilman mempunyai fungsi budaya, pendidikan, hiburan, informasi, pendorong karya kreatif, dan ekonomi. Namun sepertinya yang banyak dipakai adalah hiburan dan ekonomi saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Namun tidak semua film Indonesia seperti yang digambarkan di atas, tapi setidaknya lebih mendominasi. Kita juga kenal dengan film-film yang bisa menggugah perasaan yang mendidik dan kaya dengan budaya Indonesia. Seharusnya ini menjadi contoh bagi yang lainya. Bukan ceritanya, namun pesan dan nilai dalam sebuah film semestinya bisa membuat masyarakat lebih mengarah kepada kehidupan yang positif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Mungkin kita merindukan film-film era 80-an dan 90-an yang banyak mengandung nilai pendidikan dan perjuangan. Si Doel Anak Sekolahan misalnya, mengisahkan seorang anak manusia yang hidup di tengah kemelut kota. Perjuangan untuk membahagiakan keluarga, perjuangan untuk menggapai cita-cita dan banyak hal yang bisa dipelajari dari film ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Bentengi Diri dari Pengaruh Film&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Banyak prilaku menyimpang yang telah dilakukan oleh remaja atas pengaruh film. Seperti hamil diluar nikah, mungkin penasaran untuk merasakan tayangan-tanyang yang selama ini hanya bisa dilihat saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Namun kita tidak bisa menyalahkan film seutuhnya. Sebagai penikmat film, kita harus bisa membentengi diri agar tidak terpengaruh oleh sugesti yang tidak bermanfaat dari film yang kita tonton. Sering kali kita jumpai remaja yang masih labil ikut-ikutan &lt;i&gt;trend&lt;/i&gt; tidak bermanfaat yang dipakai dalam sebuah film. Namun bukan berarti kita berhenti untuk menonton film. Karena hidup ini akan terasa kaku kalau tidak ada hiburan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Arial, sans-serif'; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Arial, sans-serif'; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 11pt; line-height: 17px;"&gt;Kecerdasan dalam menyikapi film, inilah yang kita butuhkan untuk membentengi diri sendiri agar tidak terinfeksi “virus” dalam film. Kita harus bisa menyaring setiap yang kita tonton atau yang masuk dalam fikiran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2028715983908315765-460577903040985414?l=www.adilwandi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.adilwandi.co.cc/feeds/460577903040985414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2011/07/virus-dalam-film-test.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/460577903040985414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/460577903040985414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2011/07/virus-dalam-film-test.html' title='&quot;Virus&quot; dalam Film'/><author><name>adil wandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07514278593622095189</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-9H97D0v0D9M/TbJy8xz3I4I/AAAAAAAAAaQ/3Y4AcWVCTFU/s220/ADILWANDI-tambud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2028715983908315765.post-6241624590184194794</id><published>2011-07-03T13:33:00.000-07:00</published><updated>2011-07-03T14:19:59.256-07:00</updated><title type='text'>Terpaksa Kabur Setelah Rumahnya Dikepung 1000 Pengguna Facebook</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-dOSwehAe7E0/ThDbPA-7mvI/AAAAAAAAAb0/MY2jVIwt4Zs/s1600/facebook-party.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 158px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-dOSwehAe7E0/ThDbPA-7mvI/AAAAAAAAAb0/MY2jVIwt4Zs/s200/facebook-party.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625236985594223346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px; "&gt;Inilah alasan kamu perlu berhati-hati dalam membuat undangan pesta ulang tahunmu di facebook. Pastikan undanganmu dibuat private atau ribuan orang tak dikenal akan datang dan berpestapora di pekaranganmu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;Lihatlah apa yang dialami Thessa, gadis berusia 16 tahun di Jerman terpaksa melarikan diri dari rumahnya setelah undangan pesta ulang tahunnya yang ia post di facebook, diterima oleh 15,000 pengguna facebook yang sebagian besar tidak ia kenal. Ia sebenarnya telah membatalkan undangan tersebut, namun pembatalan ini tidak digubris sama sekali. Mereka tetap datang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;Meskipun sang pemilik pesta tidak ada ditempat, polisi melaporkan ada 1000 orang yang berpesta di sekitar rumahnya dari sekitar pukul 19.00 hingga 02.00 dini hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;"Ini merupakan pesta yang besar dan damai," Ujar juru bicara polisi, Mirko Streiber. "Beberapa orang menyalakan api, beberapa melakukan sedikit kekerasan serta konsumsi sedikit alkohol yang mengakibatkan beberapa kerusakan properti. Pernah ada pesta terencana yang lebih besar dari ini di Hamburg, tapi ini adalah pesta terbesar yang tanpa rencana."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small; " &gt;Sumber: http://music4hardcore.blogspot.com/2011/06/gadis-terpaksa-kabur-setelah-rumahnya.html&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2028715983908315765-6241624590184194794?l=www.adilwandi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.adilwandi.co.cc/feeds/6241624590184194794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2011/07/terpaksa-kabur-setelah-rumahnya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/6241624590184194794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/6241624590184194794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2011/07/terpaksa-kabur-setelah-rumahnya.html' title='Terpaksa Kabur Setelah Rumahnya Dikepung 1000 Pengguna Facebook'/><author><name>adil wandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07514278593622095189</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-9H97D0v0D9M/TbJy8xz3I4I/AAAAAAAAAaQ/3Y4AcWVCTFU/s220/ADILWANDI-tambud.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-dOSwehAe7E0/ThDbPA-7mvI/AAAAAAAAAb0/MY2jVIwt4Zs/s72-c/facebook-party.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2028715983908315765.post-4232771671036723617</id><published>2011-04-22T11:01:00.001-07:00</published><updated>2011-07-29T14:33:37.912-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='|  OPINI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='|  ARTIKEL'/><title type='text'>Simbol Baru yang Lebih Bermartabat</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify;"&gt;Sejak Gempa 30S terjadi, gedung rektorat IAIN Imam Bonjol tidak terpakai lagi. Karena memang tidak layak lagi untuk digunakan. Sampai saat ini gedung tersebut belum juga diperbaiki. Dibiarkan saja terbengkalai seperti rumah gadang yang tak berpenghuni. Rektorat yang menyimbolkan kepemimpinan di kampus ini tidak lagi tertata dengan baik. Semuanya berantakan menjadi puing yang membentuk kelompok-kelompok dalam satu institusi ini. Beberapa catatan hitam telah terlukis di benak civitas akademika IAIN, bahkan sampai ke kalangan masyarakat umum.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Di internal kampus, birokrasi tidak lagi berjalan dengan baik. Seringkali mahasiswa mengeluh setelah berurusan dengan bagian akademik. Persoalannya hanya dua; pelayanan yang kurang baik dan sistem yang tidak bagus. Sebuah contoh kecil saat proses pendaftaran ulang mahasiswa. Ratusan mahasiswa berdesakan bercampur antara laki-laki dan perempuan. Padahal&lt;span class="fullpost"&gt;, di gerbang kampus tertulis jalur khusus untuk laki-laki dan perempuan. Ini menandakan laki-laki dan perempuan tidak boleh berjalan berdampingan. Tapi kenapa saat proses daftar ulang mahasiswa tidak dibentuk jalur khusus pula. Sedangkan mahasiswa lebih butuh jalur khusus saat melakukan pendaftaran ulang dari pada jalur khusus masuk kampus. Setelah antre beberapa jam dengan keringat membasahi tubuh, merekapun tak mendapatkan layanan yang baik bahkan ada yang dibentak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ini baru contoh kecil dari simbol yang ditinggalkan alam terhadap kampus Islami. Belum lagi masalah lainnya seperti polemik uang peningkatan kualitas akademik, persoalan nilai mahasiswa, seluruh ketua jurusan yang mogok, dan nasib eks mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) yang terkatung-katung karena jurusan mereka tidak ada izin untuk beroperasi. Bahkan, mereka yang telah selesai skripsinya hanya bisa mengurut dada karena tidak jadi diwisuda. Mahasiswa gelisah, mereka pun dipindahkan ke Fakultas Tarbiyah. Proses transfer ini pun tidak berjalan dengan baik. Seorang teman bercerita kepada saya tentang kepahitan hidupnya di kampung. Tapi lebih pahit saat mendapatkan kata-kata yang tidak enak saat mengurus transfernya ke Fakultas Tarbiyah, ”Istirahat se lah kuliah lai”. Padahal, ini bukanlah kesalahan mahasiswa, mereka adalah korban.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di eksternal kampus, IAIN mempunyai citra yang kurang bagus di mata masyarakat. Sering tidak tanggap terhadap isu-isu yang melanda Indonesia, khususnya Sumatera Barat. Seperti polemik Ahmadiyah, IAIN tidak begitu tanggap terhadap persoalan ini. Sebagai PTAI terbesar di Sumatera Barat, seharusnya IAIN bisa meluruskan persoalan yang berkaitan dengan Islam. Supaya tidak ada lagi keresahan masyarakat Sumatera Barat yang umunya beragama Islam. Hal ini tentu tidak terlepas dari apa yang terjadi di internal kampus yang berdampak kepada eksternalnya. Kalau di dalam sudah sakit tentu saja wajah akan kusam dan pucat. Retaknya gedung rektorat meninggalkan ”bekas” terhadap kepemimpinan di kampus IAIN Imam Bonjol.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Walaupun masjid kampus masih digunakan sebagaimana layaknya tempat ibadah, namun rasa khawatir masih terbesit ketika berada dalam bangunan yang retak akibat gempa 30S lalu. Ditambah lagi dengan keadaan tempat berwudhu’ yang kotor dan bau pesing membuat kita tidak nyaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, sikap dan tingkah laku mahasiswa apalagi karyawan tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Seperti pertengkaran mulut antara mahasiswa dan karyawan dalam urusan birokrasi bahkan ada yang berakhir dengan adu otot. Sangat ironis hal demikian terjadi di kampus yang katanya menjunjung tinggi nilai-nilai Islam. Moral di kampus ini sangat merosot sekali dari apa yang diharapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Retaknya masjid sebagai sarana ibadah beriringan dengan robohnya nilai-nilai Islam di kampus IAIN Imam Bonjol. Rusaknya dua simbol utama di kampus IAIN Imam Bonjol tidak begitu menjadi perhatian sebagian masyarakat dan pimpinan kampus. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Imambonjol pernah menggelar upacara peringatan satu tahun gempa Sumbar, pada 30 September 2010 lalu. Seperti yang dilansir www.suarakampus.com, upacara ini diiringi dengan pengibaran bendera hitam setengah tiang dan penaburan bunga sebagai simbol duka mahasiswa. Bukan itu saja, upacara ini juga salah satu bentuk sindiran terhadap IAIN. Karena setelah satu tahun gempa, belum begitu terlihat perbaikan di sektor pembangunan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Manusia sebagai bagian dari alam sudah sepatutnya menjadi perhatian manusia lainnya. Apalagi manusia sebagai seorang pemimpin. Jika tidak bisa belajar kepada alam, maka alam itu yang akan mempelajarinya. Maka wajar saja jika umpatan keluar dari mulut alam itu sendiri. Pemilihan rektor tahun ini mudah-mudahan akan ”menghapus” simbol-simbol lama tersebut.&lt;strong&gt;(*)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999; margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Terbit di Padang Ekspres&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999; margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="judul-detil-profesi" style="color: #999999; margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://padangekspres.co.id/?news=nberita&amp;amp;id=153"&gt;  &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="judul-detil-profesi" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #999999;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 85%;"&gt;http://padangekspres.co.id/?news=nberita&amp;amp;id=153&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #999999;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 14px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2028715983908315765-4232771671036723617?l=www.adilwandi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.adilwandi.co.cc/feeds/4232771671036723617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2011/04/simbol-baru-yang-lebih-bermartabat_22.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/4232771671036723617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/4232771671036723617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2011/04/simbol-baru-yang-lebih-bermartabat_22.html' title='Simbol Baru yang Lebih Bermartabat'/><author><name>adil wandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07514278593622095189</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-9H97D0v0D9M/TbJy8xz3I4I/AAAAAAAAAaQ/3Y4AcWVCTFU/s220/ADILWANDI-tambud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2028715983908315765.post-4484768139377049002</id><published>2011-04-22T10:58:00.000-07:00</published><updated>2011-04-22T10:59:30.309-07:00</updated><title type='text'>"Komputer" Rusak</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;:: Cerminia ::&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat  sebuah komputer, kampus kita perlu discan dari virus yang merusak  kinerja. Apalagi untuk sebuah usaha warnet. Peforma dan hardwarenya pun  perlu diperhatikan. Selalu mengupdate software dan menjaga hardware  merupakan jalan terbaik agar sistem komputer tetap bagus, dan  pelangganpun tidak lari. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Tak jauh beda dengan kampus kita.  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Seseorang  pasti akan panik jika komputernya terinfeksi virus. Virus begitu cepat  menyebar dan bisa merusak sistem. Jika sistem sudah rusak tentu saja  komputer akan berjalan lamban. Bahkan bisa menyebabkan beberapa program  tidak akan bisa berfungsi. Fatalnya lagi, komputer akan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;mati tagak&lt;/i&gt; ketika kita menjalankan program atau mungkin sedang &lt;i&gt;browsing&lt;/i&gt;. Bagi &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;user&lt;/i&gt;  atau pelanggan yang bisa mengontrol diri maka dia akan mencari solusi,  mungkin bertanya pada operator. Tapi mereka yang emosi, umpatan dan caci  maki akan keluar dari mulutnya, dan mungkin juga akan membanting  komputer tersebut. Virus memang meresahkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sepertinya  komputer kita sedang diserang virus. Apalagi peforma yang kurang bagus  membuat sistem dan pelayanan tidak lagi berjalan lancar. Seringkali  program yang akan dijalankan terasa lamban bahkan ditolak oleh sistem.  Banyak &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;user&lt;/i&gt; yang menjalankan program untuk kepentingan akademik merasa kecewa dengan kualitas sistem komputer kita. Padahal &lt;i&gt;basic&lt;/i&gt;  komputer kita merupakan kualitas yang baik sebenarnya. Tapi karena  pengelolaan yang kurang bagus maka seperti inilah keadaannya. Lihat dan  cermatilah, banyak file yang &lt;i&gt;corrupt.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Virus bisa menyerang dan merusak file apa saja di dalam komputer. Idealnya seorang “operator” harus tahu tentang seluk beluk &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;dan istilah-istilah dalam dunia komputer. Jangan bekerja hanya sekedar &lt;i&gt;panjawek tanyo&lt;/i&gt; apalagi lalai. Pemilik warnet bisa memecat anda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Banyak hal yang harus kita pelajari dalam dunia “komputer” ini. Dalam istilah komputer, ada yang namanya &lt;i&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;line-height:115%;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family:Tahoma"&gt;bletcherous&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;line-height:115%;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family: Tahoma"&gt;  yang merupakan sesuatu yang tidak berfungsi akibat dari rancangan yang  kurang bagus. Hal itu terjadi pada komputer kita, ada beberapa program  yang tidak berfungsi dengan semestinya. Seperti aplikasi uang PKA yang  tidak sesuai dengan apa yang diinginkan mahasiswa. Kebanyakan prakteknya  adalah apa yang sudah diketahui banyak mahasiswa. Ini akibat dari  rancangan yang tidak bagus. Persoalan jurusan Bahasa dan Sastra Inggris  juga merupakan &lt;i&gt;bletcherous. &lt;/i&gt;Jurusan tersebut juga tidak berfungsi  lagi akibat rancangan yang kurang bagus. Akhirnya semua file dan user  harus dipindahkan ke unit yang lain. Tapi karena &lt;i&gt;handshake&lt;/i&gt;, yaitu mekanisme atau sinkronisasi dua program ini tidak berjalan dengan baik, maka proses transfer inipun agak lamban.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Seorang “operator” mestinya memiliki &lt;i&gt;cookbook, &lt;/i&gt;yaitu &lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt; line-height:115%;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family: Tahoma"&gt;buku-buku yang berisi panduan yang dapat dipakai untuk mengembangkan sebuah program komputer.&lt;/span&gt;  Supaya komputer tidak seperti katak dalam tempurung. Merasa bangga  dengan diri sendiri. Padahal di luar sana masih banyak yang lebih dari  kita. Walaupun kita memiliki komputer yang terbesar di Sumatera Barat,  namun besarnya ukuran tidak menjamin peforma yang bagus. Mungkin kita  adalah komputer generasi kedua atau ketiga yang berukuran besar tapi  kerjanya tidak seberapa. Dibandingkan dengan kondisi sekarang komputer  tersebut tidak efektif lagi untuk digunakan. Sekarang orang telah  beranjak kepada laptop, notebook dan iPad yang berukuran kecil tapi  memiliki kinerja yang bagus. Jadi apakah kita akan bertahan dengan  komputer &lt;i&gt;jadul&lt;/i&gt; yang rusak ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Satu  lagi yang harus kita perhatikan, yaitu port USB komputer. Apakah  berjalan dengan baik atau tidak. Ini tentu saja berguna untuk &lt;i&gt;take and give. &lt;/i&gt;Kita  bisa saling tukar file (pikiran) dengan dengan komputer (kampus) yang  ada di luar sana. Biasanya, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;sering  memakai port USB untuk menyambungkan flash disk yang datang dari luar.  Karena port USB rusak maka banyak flash disk yang tidak terdeteksi oleh  sistem. Komputer kita tidak begitu respon terhadap apa yang masuk dari  luar melalui UKM. Komputer sering kali menganggap itu sebagai &lt;i&gt;malware &lt;/i&gt;atau sebuah piranti lunak yang diciptakan untuk menyusup atau merusak sistem. Atau mungkin akan membuang &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;“space”&lt;/i&gt; di harddisk. Maklum, komputer jadul dengan kapasitas harddisk 64MB dengan ukuran sebesar lemari kain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sudah saatnya kita mengganti komputer rusak ini dengan yang lebih baik. Supaya pelanggan di warnet kita bertambah ramai. Saat &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;browsing &lt;/i&gt;merekapun  merasa asyik karena kita sudah memiliki akses yang cepat. Keluar dari  warnet mereka tidak merasa kecewa, karena mendapatkan apa yang  diinginkan. Uang yang keluarkanpun tidak sia-sia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;  &lt;span style="color: rgb(153, 153, 153); font-style: italic;"&gt;Terbit di Tabloid Suara Kampus Edisi 115&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2028715983908315765-4484768139377049002?l=www.adilwandi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.adilwandi.co.cc/feeds/4484768139377049002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2011/04/komputer-rusak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/4484768139377049002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/4484768139377049002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2011/04/komputer-rusak.html' title='&quot;Komputer&quot; Rusak'/><author><name>adil wandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07514278593622095189</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-9H97D0v0D9M/TbJy8xz3I4I/AAAAAAAAAaQ/3Y4AcWVCTFU/s220/ADILWANDI-tambud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2028715983908315765.post-7756943470761506120</id><published>2011-04-20T04:22:00.000-07:00</published><updated>2011-04-20T04:23:05.492-07:00</updated><title type='text'>Jika Aku Bisa Ngopi dengan Rektor</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  text-align:justify;  line-height:150%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika &lt;a href="http://abdullahkhusairi.com/"&gt;Abdullah Khusairi&lt;/a&gt; berandai-andai menjadi seorang rektor, wajar saja. Itu sepadan dengan apa yang telah beliau dapatkan, ilmu yang telah beliau peroleh baik dari pendidikan formal maupun non formal. Gagasan yang beliau buat sangat menarik, jika itu berhasil, sungguh kita tidak akan enggan menjawab IAIN sebagai tempat kuliah kita seandainya ada yang menanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, sebagai seorang mahasiswa di kampus yang kita cintai ini, mungkin belum tepat waktunya untuk mengkhayal menjadi seorang rektor. Ilmu yang saya peroleh belum cukup untuk memimpin perguruan tinggi terkemuka dan terbesar di Sumatera Barat ini. Apalah jadinya kampus kita nantinya, mengerjakan suatu hal yang tidak berkompeten dibidangnya. Amburadul, hancur, tidak becus mungkin itu umpatan yang akan saya terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun untuk saat ini saya hanya ingin duduk dan bercengkrama bersama rektor kita, mungkin di ruang kerjanya atau mungkin di “Blok M”. Tapi tak mungkin, saya mengkhayal terlalu tinggi untuk mengajak seorang rektor duduk dan bercengkrama di “Blok M”, nanti kepanasan atau kehujanan. Ruang kerjanya mungkin pilihan yang tepat. Duduk diatas sofa empuk memegang remote control AC sambil menyetel suhu kesejukan ruangan, nikmat sekali rasanya. Tidak seperti proses perkuliahan yang kepanasan saat matahari bersinar terik, apalagi sekarang banyak yang kuliah didalam tenda pasca gempa ini. Apabila ada mahasiswa yang berjualan kipas mungkin dagangannya akan laris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercengkrama dengan rektor dihidangi secangkir kopi hangat mungkin merupakan suatu pengalaman yang langka, barangkali hanya dialami para pejabat atau tamu penting, yang tidak penting jangan berharap. Saya rasa karyawanpun tidak banyak yang mempunyai pengalaman seperti itu, atau mungkin tidak ada yang mengalaminya. Mahasiswa? Gak tahulah, pernah apa tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu terjadi dengan saya, mungkin saya akan mengabadikan moment ini. Saya akan merekamnya dengan handycam, kamera digital, atau mungkin saya akan mengundang seorang wartawan. Diruangannya saya akan mengobrol tentang kampus kita. Tentang birokrasi, pembangunan, kebutuhan mahasiswa dan lain sebagainya yang saya bisa. Disini saya tidak untuk menuntut kinerja rektor, sebab saya rasa rektor kita sudah berusaha dengan kemampuannya untuk memajukan kampus kita. Pergi kesana-sini, antar kota dalam provinsi, antar kota antar provinsi bahkan keluar negeri. Tapi saya tidak tahu untuk apa. Mungkin saya saja yang ketinggalan informasi, yang jelas kita jangan berburuk sangka, mungkin saja rektor kita mempromosikan kampus kita atau mencari bea siswa untuk kita, saya saja yang tidak tahu.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2028715983908315765-7756943470761506120?l=www.adilwandi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.adilwandi.co.cc/feeds/7756943470761506120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2011/04/jika-aku-bisa-ngopi-dengan-rektor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/7756943470761506120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/7756943470761506120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2011/04/jika-aku-bisa-ngopi-dengan-rektor.html' title='Jika Aku Bisa Ngopi dengan Rektor'/><author><name>adil wandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07514278593622095189</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-9H97D0v0D9M/TbJy8xz3I4I/AAAAAAAAAaQ/3Y4AcWVCTFU/s220/ADILWANDI-tambud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2028715983908315765.post-51286123361262912</id><published>2010-01-27T22:51:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T04:42:34.250-08:00</updated><title type='text'>Jika Aku Bisa Ngopi dengan Rektor</title><content type='html'>Jika &lt;a href="http://abdullahkhusairi.com/"&gt;Abdullah Khusairi&lt;/a&gt; berandai-andai menjadi seorang rektor, wajar saja. Itu sepadan dengan apa yang telah beliau dapatkan, ilmu yang telah beliau peroleh baik dari pendidikan formal maupun non formal. Gagasan yang beliau buat sangat menarik, jika itu berhasil, sungguh kita tidak akan enggan menjawab IAIN sebagai tempat kuliah kita seandainya ada yang menanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, sebagai seorang mahasiswa di kampus yang kita cintai ini, mungkin belum tepat waktunya untuk mengkhayal menjadi seorang rektor. Ilmu yang saya peroleh belum cukup untuk memimpin perguruan tinggi terkemuka dan terbesar di Sumatera Barat ini. Apalah jadinya kampus kita nantinya, mengerjakan suatu hal yang tidak berkompeten dibidangnya. Amburadul, hancur, tidak becus mungkin itu umpatan yang akan saya terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun untuk saat ini saya hanya ingin duduk dan bercengkrama bersama rektor kita, mungkin di ruang kerjanya atau mungkin di “Blok M”. Tapi tak mungkin, saya mengkhayal terlalu tinggi untuk mengajak seorang rektor duduk dan bercengkrama di “Blok M”, nanti kepanasan atau kehujanan. Ruang kerjanya mungkin pilihan yang tepat. Duduk diatas sofa empuk memegang remote control AC sambil menyetel suhu kesejukan ruangan, nikmat sekali rasanya. Tidak seperti proses perkuliahan yang kepanasan saat matahari bersinar terik, apalagi sekarang banyak yang kuliah didalam tenda pasca gempa ini. Apabila ada mahasiswa yang berjualan kipas mungkin dagangannya akan laris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercengkrama dengan rektor dihidangi secangkir kopi hangat mungkin merupakan suatu pengalaman yang langka, barangkali hanya dialami para pejabat atau tamu penting, yang tidak penting jangan berharap. Saya rasa karyawanpun tidak banyak yang mempunyai pengalaman seperti itu, atau mungkin tidak ada yang mengalaminya. Mahasiswa? Gak tahulah, pernah apa tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu terjadi dengan saya, mungkin saya akan mengabadikan moment ini. Saya akan merekamnya dengan handycam, kamera digital, atau mungkin saya akan mengundang seorang wartawan. Diruangannya saya akan mengobrol tentang kampus kita. Tentang birokrasi, pembangunan, kebutuhan mahasiswa dan lain sebagainya yang saya bisa. Disini saya tidak untuk menuntut kinerja rektor, sebab saya rasa rektor kita sudah berusaha dengan kemampuannya untuk memajukan kampus kita. Pergi kesana-sini, antar kota dalam provinsi, antar kota antar provinsi bahkan keluar negeri. Tapi saya tidak tahu untuk apa. Mungkin saya saja yang ketinggalan informasi, yang jelas kita jangan berburuk sangka, mungkin saja rektor kita mempromosikan kampus kita atau mencari bea siswa untuk kita, saya saja yang tidak tahu.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#999999;"&gt;&lt;b&gt;Masih Belum Selesai&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2028715983908315765-51286123361262912?l=www.adilwandi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.adilwandi.co.cc/feeds/51286123361262912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2010/01/jika-aku-bisa-ngopi-dengan-rektor.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/51286123361262912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/51286123361262912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2010/01/jika-aku-bisa-ngopi-dengan-rektor.html' title='Jika Aku Bisa Ngopi dengan Rektor'/><author><name>adil wandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07514278593622095189</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-9H97D0v0D9M/TbJy8xz3I4I/AAAAAAAAAaQ/3Y4AcWVCTFU/s220/ADILWANDI-tambud.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2028715983908315765.post-3341126848212490923</id><published>2008-09-22T05:50:00.000-07:00</published><updated>2008-09-22T05:55:08.173-07:00</updated><title type='text'>Potang Balimau</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;Ramadhan adalah suatu bulan yang paling mulia dibandingkan dengan bulan yang lainnya, sebab Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, bulan ibadah, segala amal ibadah yang kita lakukan pahalanya dilipat gandakan dari hari-hari atau bulan-bulan biasa. Agar kedatangan bulan ini lebih berkesan maka berbagai macam hal, acara atau ritual dilakukan untuk penyambutan bulan suci ini.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Namun ada sebagian banyak orang salah persepsi dalam mengaplikasikan penyambutan bulan Ramadhan ini yang sering kita dengar dengan istilah balimau atau potang balimau dalam istilah orang Payakumbuh. Dinegeri kita, yang berkembang itu adalah penyambutan tradisi atau budaya sedangkan penyambutan yang berdasarkan nilai-nilai ajaran islam sudar mulai memudar.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Mungkin sebagian kita ada yang tahu dan ada yang tidak tahu makna dan tujuan balimau, namun realita yang kita lihat adalah banyak orang yang salah mengartikan dan menyikapi balimau. Satu hari menjelang Ramadhan itu banyak dimanfaatkan oleh remaja untuk pergi berpasangan atau berkelompok dan menghabis waktu sampai menjelang maghrib atau malam bahkan ada yang pulang pagi. Ini bisa jadi menggambarkan bahwa mereka bersenang-senang dulu menjelang kedatangan Ramadhan, bukan untuk mensucikan diri malah mengotori diri.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Disini jelas bahwa nilai ajaran Islam dalam hal penyambutan bulan suci Ramadhan sudah melenceng jauh, lalu bagaimana dengan diri kita? Apakah kita sudah mensucikan diri untuk menyambut Ramadhan kemaren? Dan apa sumbangan pemikiran atau nasehat yang telah kita berikan kepada mereka yang sudah&lt;i&gt; lari&lt;/i&gt;.&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2028715983908315765-3341126848212490923?l=www.adilwandi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.adilwandi.co.cc/feeds/3341126848212490923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2008/09/potang-balimau.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/3341126848212490923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/3341126848212490923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2008/09/potang-balimau.html' title='Potang Balimau'/><author><name>adil wandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07514278593622095189</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-9H97D0v0D9M/TbJy8xz3I4I/AAAAAAAAAaQ/3Y4AcWVCTFU/s220/ADILWANDI-tambud.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2028715983908315765.post-805474379669460054</id><published>2008-06-06T09:26:00.000-07:00</published><updated>2008-06-06T09:36:30.744-07:00</updated><title type='text'>Merdekakah Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_J5ifiDpiQWk/SElld3GIrOI/AAAAAAAAAEg/AmAhjsyrDoM/s1600-h/Masih+Terbelenggu.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp2.blogger.com/_J5ifiDpiQWk/SElld3GIrOI/AAAAAAAAAEg/AmAhjsyrDoM/s200/Masih+Terbelenggu.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208806007710985442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita semua tahu, duniapun tahu kalau negara kita Indonesia sudah hampir 63 tahun merdeka, lepas dari penjajahan selama tiga setengah abad oleh Belanda yang kemudian disusul Jepang. Begitu besar perjuangan pahlawan negeri ini, hanya dengan “modal” bambu runcing bisa melumpuhkan lawan yang bersenjata mesin lengkap dengan tank dan lainnya. Sampai saat ini jasa beliau tetap dikenang dan diperingati, sehingga ada hari yang diliburkan bekerja dan sekolah untuk memperingatinya. Namun percuma rasanya jika hanya lengah dengan kesibukkan mengenang dan memperingati tampa meneruskan perjuangannya, malahan menghabiskan dana saja, berapa uang yang dikeluarkan untuk acara itu, lebih baik kita sumbangkan kepada yang membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun status kita (Indonesia) sudah terbebas dari penjajahan Belanda dan Jepang, tapi jangan disangka kita sudah merdeka seutuhnya. Secara fisik memang tidak ada lagi perlakuan atau tindakan seperti masa penjajahan, ya…… boleh dikatakan secara fisik kita sudah merdeka. Namun, tampa kita sadari kita masih dalam jajahan bangsa lain. Penjajahan yang tak menumpahkan darah, tak memerlukan tentara dan tak memerlukan senjata, mereka menjajah pikiran dan budaya kita orang Indonesia, mereka juga menjajah mental kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa dulu banyak ilmuwan dan sastrawan yang dilahirkan negeri ini, kita tidak perlu menyebutkan namanya satu persatu, yang jelas mereka mampu berjalan diatas bara, dibawa tekanan Belanda mereka mampu berkarya. Mungkin kita berfikir salah satu motivasi mereka ialah ingin bebas dari tekanan supaya kita tidak dianggap remeh bangsa lain, mungkin itu benar. Tapi kita heran, mengapa setalah kita merdeka tidak ada lagi yang seperti mereka, minim sekali penerus. Kita terlalu gembira dengan kemerdekaan, terlalu senang dengan “kebebasan” sehingga lupa apa arti sebuah kemerdekaan. Kemerdekaan kita adalah sebuah kemerdekaan simbolis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang timur, kita (Indonesia) mempunyai nilai lebih dibandingkan barat dalam tata krama dan kesopanan, tapi itu sudah pudar dalam kehidupan kita. Sebagai contoh sederhana dalam segi berpakaian banyak generasi bangsa ini lebih suka mempertontonkan keindahan tubuh mereka, bahkan merasa bangga dengan apa yang dipakainya. Yang lebih parah lagi para orang tua membiarkan anak gadisnya berpakaian yang telanjang. Ini merupakan satu tanda kecil bahwa moral negeri ini sudah pudar dirasuki oleh budaya-budaya asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita semua pasti bertanya apa penyebab semua ini, jika ada orang Indonesia yang tidak memikirkan sebab dari lunturnya moral bangsa ini, berarti rasa nasionalisme, rasa memiliki, rasa kepeduliannya terhadap bangsa ini sudah hilang. Salah satu faktor yang menyebabkannya adalah pengaruh televisi yang menayangkan adegan-adegan yang tidak mempunyai nilai pendidikan. Kita kenal Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) tapi apa yang ditayangkannya sangat jauh dari konsep pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran dan kebudayaan kita telah dirasuki oleh barat, kecintaan terhadap bangsa sendiri sudah hilang. Kita lebih senang mengadopsi dan suka dengan budaya-budaya barat. Jati diri kita sebagai orang Indonesia sudah hilang. Kasihan para pejuang bangsa ini yang susah payah membangun negeri ini, namun kita meruntuhkannya kembali. Kepada orang tua kami, bimbinglah generasi bangsa ini yang sudah patut kita tangisi. Untuk generasi bangsa ini, jangan pernah layu, jangan pernah putus asa, terus maju untuk membangun negeri ini, kita belum merdeka, kita masih terjajah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2028715983908315765-805474379669460054?l=www.adilwandi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.adilwandi.co.cc/feeds/805474379669460054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2008/06/merdekakah-kita_06.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/805474379669460054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/805474379669460054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2008/06/merdekakah-kita_06.html' title='Merdekakah Kita'/><author><name>adil wandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07514278593622095189</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-9H97D0v0D9M/TbJy8xz3I4I/AAAAAAAAAaQ/3Y4AcWVCTFU/s220/ADILWANDI-tambud.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_J5ifiDpiQWk/SElld3GIrOI/AAAAAAAAAEg/AmAhjsyrDoM/s72-c/Masih+Terbelenggu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2028715983908315765.post-4164013650820721244</id><published>2008-06-06T08:31:00.001-07:00</published><updated>2008-06-06T09:20:01.272-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Catatan Kecil</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Waktu itu saya ditunjuk sebagai salah satu utusan dari LPM Suara Kampus IAIN 'IB Padang untuk mengikuti Journalist Events yang diselenggarakan oleh LPPM Sektor FE Universitas Airlangga Surabaya. Saya berangakat dengan seorang teman Andri El Faruqi. Sebelum keSurabaya kami mampir diJakarta, ditempat saudara teman saya tadi, namanya acap disapa Ave ditempat kerjanya. Dia (Ave) bekerja disalahsatu perusahaan air minum mineral, dia juga alumnus Akademi Kimia Analis (AKA) Bogor. Kebetulan pada waktu itu hari Minggu lalu kami diajak keBogor karena hari Minggu dia tidak bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan disana memang berbeda dengan diPadang. Tapi ada suatu perbedaan yang saya tidak tahu bagaimana menilainya. Malam sekitar jam 09.00 kami diajak kekampus AKA Bogor. Saya tanya mau ngapain, lalu dia jawab mau main bola. Saya membayangkan main bola dilapangan hijau dengan penerangan lampu yang banyak, wah.... mantap sekali fasilitas dikampus ini. Namun setelah sampai ditujuan ternyata dugaan saya salah, mereka main bola disuatu ruangan lepas, saya tidak tahu apakah itu GOR, GSG atau segala macam. Saya  sedikit kaget, mereka begitu mudah untuk menggunakan ruangan tersebut hanya sekedar untuk main bola, pada main bola bisa dilakukan sore hari, apalagi sebagian dari mereka yang main bukan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca mungkin bertanya mengapa saya kaget. Karena saya tidak menemui hal yang demikian dikampus saya yang katanya Islami. Coba pembaca berjalan pada malam hari dikampus pembaca akan menemui sekelompok orang yang berpakaian merah berbaris dilapangan gelap dengan sedikit penerangan melakukan kegiatan pokok (buka main bola) mereka sebagai salahsatu UKM. sedangkan didepan mereka berdiri gedung terang dan mega yang diberi nama Gedung Serba Guna. Ini yang membuat saya kaget, mengapa tidak menggunakan fasilitas yang ada. Saya tidak tahu apakah orang-orang yang berseragam merah tadi tidak meminta izin untuk menggunakan gedung tersebut atau tidak mendapatkan izin menggunakan fasilitas yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak fasilitas dikampus yang katanya Islami ini yang tidak bisa digunakan. Gedung Auditorium yang dulu merupakan tempat kegiatan pokok yang berseragam merah tadi dan ekspo setiap UKM. Tapi sekarang penulis tidak tahu kegunaan gedung tersebut. Mobil kampus yang sedikit sulit untuk dipinjamkan seperti yang dialami oleh salah satu jurusan untuk keperluan Studi Banding namun akhirnya menggunakan angkutan umum juga. Saya berfikir untuk apa semua ini disediakan kalau bukan untuk digunakan. Bagaimana Pembaca menilainya ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2028715983908315765-4164013650820721244?l=www.adilwandi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.adilwandi.co.cc/feeds/4164013650820721244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2008/06/sebuah-catatan-kecil.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/4164013650820721244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/4164013650820721244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2008/06/sebuah-catatan-kecil.html' title='Sebuah Catatan Kecil'/><author><name>adil wandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07514278593622095189</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-9H97D0v0D9M/TbJy8xz3I4I/AAAAAAAAAaQ/3Y4AcWVCTFU/s220/ADILWANDI-tambud.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2028715983908315765.post-1660879025515124319</id><published>2008-05-08T07:02:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T07:54:15.508-07:00</updated><title type='text'>Mereka Bilang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_J5ifiDpiQWk/SCMT9JAkwyI/AAAAAAAAAEA/blt53qLQLFE/s1600-h/india-famine-family-crop-420.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp1.blogger.com/_J5ifiDpiQWk/SCMT9JAkwyI/AAAAAAAAAEA/blt53qLQLFE/s320/india-famine-family-crop-420.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198020336026960674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;Mereka bilang aku lusuh dan kumuh&lt;br /&gt;Mereka bilang aku bau dan kusam&lt;br /&gt;Mereka bilang aku terbuang&lt;br /&gt;Mereka bilang aku dekil dan kerdil&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;Tapi mereka tak bilang seribu perak untuk perutku......?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;Mereka bilang rakyat akan sejahtera&lt;br /&gt;Mereka bilang gratis pendidikan&lt;br /&gt;Mereka bilang tak bayar berobat&lt;br /&gt;Mereka bilang banyak lapangan kerja&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;Tapi mengapa aku masih berdiri disini...........?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2028715983908315765-1660879025515124319?l=www.adilwandi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.adilwandi.co.cc/feeds/1660879025515124319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2008/05/mereka-bilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/1660879025515124319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/1660879025515124319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2008/05/mereka-bilang.html' title='Mereka Bilang'/><author><name>adil wandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07514278593622095189</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-9H97D0v0D9M/TbJy8xz3I4I/AAAAAAAAAaQ/3Y4AcWVCTFU/s220/ADILWANDI-tambud.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_J5ifiDpiQWk/SCMT9JAkwyI/AAAAAAAAAEA/blt53qLQLFE/s72-c/india-famine-family-crop-420.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2028715983908315765.post-3842878596247963325</id><published>2008-05-08T06:53:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T07:45:27.105-07:00</updated><title type='text'>Mulutmu bau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_J5ifiDpiQWk/SCMR7ZAkwxI/AAAAAAAAAD4/7aQVC66oC90/s1600-h/halitosis.GIF"&gt;&lt;img src="http://bp2.blogger.com/_J5ifiDpiQWk/SCMR7ZAkwxI/AAAAAAAAAD4/7aQVC66oC90/s320/halitosis.GIF" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198018106938934034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam berorganisasi selalu ada yang namanya rapat (walaupun kadang kala suasananya jarang tapi tetap disebut rapat), apapun organisasinya, dimanapun yang namanya rapat/musyawarah pasti ada, yang mana disana orang-orang selalu mengeluarakan ide-ide jitu untuk memecahkan masalah dan ada juga yang mengeluarkan ide untuk memicu masalah, hmmm……. “Kita harus begini dan begitu, caranya begini dan begitu juga, nanti kalau ada yang begini kita harus begitu”. Dengan semangat 45 mereka menyuarakan ide yang digarapnya, tidak lupa juga gerakkan/mimik tangan dan wajah yang seperti orang 63 tahun berorganisasi. Dengan mimik tangan diatas, dibawah, disamping, dibelakang, kadang mengepal tinju, yaaa….. segala macam lah yang intinya mereka bicara seakan-akan tak ada yang lebih darinya. Yang lain hanya diam mengantuk, sampe-sampe nafasnya bau karena diam melulu (tapi kayaknya mulut yang bicara lebih bau dari yang diam). Namu dalam organisasi kita tidak butuh orang yang mengeluarkan banyak ide, hebat bicara, gaya yang eksklusif, dan lainya. Tapi yang paling kita butuhkan adalah orang yang benar-benar mau berdiri dari tempat duduknya, mengambil peralatan dan bergerak melakukan perobahan. Rapat dalam organisasi sangat perlu tapi yang lebih penting penerapan apa yang dirapatkan. Rapat bukan untuk cari nama, unjuk kebolehan, unjuk gigi (kalau putih bolehlah, tapi kalau karatan kan tengsin). Jangan sering perintah orang, jangan sok jadi leader, jangan sok sibuk, jangan sok jadi aktivis, jangan banyak bicara kalau bikin orang pusing karena ide gilamu dan mulutmu yang bau. Yang baca jangan nyari celah orang lain dulu, lu sendiri gimana?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2028715983908315765-3842878596247963325?l=www.adilwandi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.adilwandi.co.cc/feeds/3842878596247963325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2008/05/mulutmu-bau.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/3842878596247963325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2028715983908315765/posts/default/3842878596247963325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.adilwandi.co.cc/2008/05/mulutmu-bau.html' title='Mulutmu bau'/><author><name>adil wandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07514278593622095189</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-9H97D0v0D9M/TbJy8xz3I4I/AAAAAAAAAaQ/3Y4AcWVCTFU/s220/ADILWANDI-tambud.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_J5ifiDpiQWk/SCMR7ZAkwxI/AAAAAAAAAD4/7aQVC66oC90/s72-c/halitosis.GIF' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry></feed>
